Shenergy Kreasi, Perempuan Berdaya Indonesia Maju

Pada hari ini, 16 Desember 2019, saya berkesempatan menghadiri acara Shenergy Kreasi yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Perpustakaan Nasional, Jakarta.
Acara ini diselenggarakan dalam rangka menyambut Peringatan Hari Ibu ke-91 yang jatuh pada 22 Desember. 
Tema acara ini adalah “Perempuan Berdaya, Indonesia Maju”. Perempuan perlu berdaya, dalam arti peran perempuan dalam ekonomi perlu ditingkatkan guna mendorong pertumbuhan ekonomi sebuah negara. Perempuan berdaya, akan menjadi pendorong terwujudnya peningkatan kualitas hidup perempuan, yang kemudian akan dapat mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas sesuai dengan visi Presiden untuk mewujudkan SDM Unggul, Indonesia Maju. 
Memberdayakan ekonomi perempuan dengan membangun kewirausahaan perempuan sebagai salah satu solusi untuk menurunkan angka kekerasan terhadap perempuan, peningkatan peran keluarga dalam pendidikan anak, pencegahan perkawinan anak dan pencegahan pekerja anak. 
Perempuan berdaya juga membawa makna perempuan harus “melek” teknologi, perempuan harus mampu mencari peluang untuk membawa hasil kreasinya untuk menjangkau pasar yang lebih luas dengan memanfaatkan teknologi. Peningkatan pemanfaatan teknologi dalam kewirausahaan perempuan diharapkan akan mendorong upaya peningkatan literasi digital bagi perempuan, yang diketahui masih sangat rendah antara lain akibat latar belakang pendidikan yang rendah, fasilitas kurang memadai, pengaruh budaya patriarki, dll. 
Ibu Bintang Puspayoga memberikan kata sambutan
Hadir pada acara ini:
  • Ibu Bintang Puspayoga: Menteri PPPA, yang menyempatkan hadir untuk memberi kata sambutan 
  • Arto Biantoro: Seorang pendiri Gambaranbrand Group, brand lokal dan menjadi mentor dalam acara Big Circle di Metro TV bersama Andy F. Noya dan 7 (tujuh) mentor lain. Big Circle merupakan acara talkshow yang membahas tema utama yakni aktivitas yang berdampak social. 
  • Diajeng Lestari: Founder Hijup. Pengusaha e-commerce fashion muslim. Hijup telah menjadi salah satu e-commerce pertama di Indonesia bahkan dunia yang bergerak di bidang fashion muslim. Bahkan kini, Hijup sudah sukses mengirim beberapa koleksinya ke 50 negara di dunia. 
  • Hana Keraf: Du’Anyam, social enterprise atau wirausaha sosial yang berdiri pada tahun 2014. Du'Anyam memulai proyek pertamanya di kota Larantuka, Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Du'Anyam memberdayakan perempuan dengan memberikan lapangan pekerjaan alternatif bagi ibu hamil, supaya tidak melakukan pekerjaan berat di ladang yang dapat mengakibatkan komplikasi kesehatan. Pemberdayaan perempuan melalui pembuatan kerajinan tangan lucu yang menjadi sumber pendapatan alternatif. Para perempuan di Flores bisa menghasilkan pendapatan sekitar Rp 500.000 per bulannya, yang nantinya dapat disimpan menjadi tabungan persalinan. Selain itu, Du'Anyam juga mengedukasi para ibu muda mengenai metode persalinan yang aman, sehingga dapat meningkatkan perilaku kesehatan para ibu  
  • Sylvia Surya: GoFood Top Merchant – Kopi Soe yang sudah mempunyai lebih dari 150 cabang di seluruh Indonesia 
  • Sara Dhewanto: Pendiri duithape, perusahaan fintech yang berfokus pada pembayaran elektronik bagi yang tidak memiliki rekening bank. Duithape memenangkan penghargaan di level internasional. 
  • Sherlyana Head of Seller Development of Blanja.com, e-commerce yang bekerjasama dengan banyak UKM di seluruh Indonesia
Ki-Ka: Arto Biantoro,Diajeng Lestari,Hana Keraf dan moderator-Kirana Larasati

Ki-Ka: Sherlyana, Sylvia Surya, Sara Dhewanto dan moderator-Rina Zoet

Sangat menarik mendengarkan paparan para narasumber yang menceritakan bagaimana awal mereka memulai membangun usaha hingga bisa seperti sekarang ini. Bagaimana jatuh bangun ditolak calon klien, email tidak dibalas dan kemampuan produksi yang diragukan. 
Pada akhirnya, dalam memulai usaha, jangan pernah patah semangat. Terus bergerak, jadikan kritik untuk meningkatkan kualitas maka pada akhirnya, usaha tidak akan pernah membohongi hasil.
Disclaimer: tiga foto diatas milik Dzulkhulaifah Rahmat
Bersama rekan blogger dari ISB (foto dari grup WA)

Comments

Popular posts