Restu Mande - Makanan Minang dalam Kemasan


Rendang, makanan paling enak sedunia. Siapa sih yang gak setuju? Seminggu aja gak makan rendang, kalau saya pribadi, pasti langsung kangen. Masalahnya, bikin rendang itu loh yang butuh effort lebih, berjam – jam di depan wajan untuk mengaduk agar rendang tidak hangus di bagian bawah.

Padahal kalau mau beli, gampang ya, dimana-mana juga ada, restoran padang, ataupun online. Tinggal memilih mau yang mana dan cocok di lidah.

Dan saya termasuk salah satu yang suka coba-coba merk rendang dalam kemasan dengan membeli online. Begitu mendengar ada merk yang sering dibicarakan orang, cuss saya beli.

Restu Mande. Merk rendang dalam kemasan yang juga menjual beragam produk lainnya, kali ini menjadi rendang yang saya tuju.


Restu Mande

Agar berbeda, saya membeli paket kemasan baru, rendang daging sapi suwir dan sambalado merah. Saya membeli lewat salah satu market place dan tanpa disangka, keesokan harinya, randang Restu Mande sampai ke tangan saya (padahal saya memilih pengiriman yang paling murah dari Bandung ke Jakarta loh).

Kemasannya begitu rapi, dijamin deh gak akan tumpah saat dibawa di dalam koper untuk bepergian. Vaccum sealed digunakan untuk mengemas rendang dan sambal cabai merah yang kemudian dimasukkan ke dalam kotak plastik yang juga di seal agar aman saat pengiriman. Lalu, masih dikemas pakai kardus lagi sebelum dikirim dengan jasa pengiriman. Terbayang kan, betapa riweuhnya saat kamu udah gak sabar mau coba ini rendang? But it’s worth it, karena rendang aman saat sampai di tangan.

Rendang Sapi Suwir dan Sambalado Restu Mande
Kemasan Restu Mande


Tentunya, rendang dan sambal ini, tidak lama tersimpan rapi karena saya penasaran dengan rasanya. Begitu saya buka, ternyata ini jenis rendang kering (mungkin juga karena ini daging suwiran). Kenapa saya sebut begitu? Karena tidak terlihat banyaknya minyak berjejak yang biasa ditemui. Bisa jadi, ini memang menjadi ciri khas dari Restu Mande karena biasanya tiap orang punya preferensi masing-masing. 

Ibu saya suka masak dengan sedikit santan sehingga menjadi cepat kering sementara tante saya membuat dengan banyak santan sehingga agak-agak basah. Dari acara TV yang sekilas saya lihat siang ini, restoran Minang di Singapura, menurut si ibu yang masak, berasal dari Minang, "tidak ada rendang yang bisa bercita rasa sama - setiap orang mempunyai resep masing-masing." 

Bener banget deh... balik ke ibu dan tante saya, dua orang ini mempunya cara masak berbeda dan bumbu yang juga berbeda. Saya sebagai penikmat, semua rendang enak kokkkkk, hahaha. 

Anyway, pernah loh saya dititipi rendang saat keluar negeri, untung saya iseng ngecek koper, ternyata telah terjadi kebocoran minyak yang berakibat koper beraroma rendang. Duh!

Balik ke rendang Restu Mande, rendang kering ini, selain enak dimakan dengan nasi panas (nyam – nyam), enak juga untuk dikreasikan menjadi sesuatu. Let’s say, sandwich rendang. Pernah loh saya makan roti isi rendang dan ternyata nikmat juga. Maka, saya pun membuat sandwich rendang di rumah menggunakan rendang Restu Mande ini.

Sandwich Rendang

Jika mau dimakan langsung, ya bisa dilapisi dengan ketimun, sambal ataupun keju, tapi kalau mau dibawa-bawa, cukuplah rendang saja. Sandwich rendang ini, merupakan cara lain makan rendang, apalagi dengan suwiran daging yang juga membuat kita makan lebih mudah, gak perlu banyak effort saat makan daging. Hehehe.

Selain itu, rendang suwir ini bisa juga loh dikreasikan menjadi pasta semacam aglio olio. Ga kalah enaknya kok sama aglio olio yang dipakein tuna suwir (which is biasanya tuna kalengan). Pastanya lebih berasa ke-Indonesia-an dan makan menjadi lebih seru. Batambo -tambo…..

Untuk sambalado dari Restu Mande ini menggunakan banyak minyak untuk menjaga ketahanan dari sambal merah tersebut. Minyak yang banyak, merupakan salah satu cara membuat sambal menjadi tahan lama untuk disimpan. Minyak yang berlebih ini bisa digunakan untuk masak nasi goreng loh. Somehow, semacam cara mudah masak nasi goreng tanpa perlu bumbu yang ribet, karena minyaknya kan udah ada macam-macam bumbu yang digunakan saat membuat sambal.

Apakah sambaladonya pedas? Kalau ditanya ke saya, pasti saya jawab, iya pedas. Tapi kalau kamu penggemar makanan pedas yang pedasnya ampun-ampun itu, sambalado ini gak pedas deh kayaknya.

Untuk rendangnya sendiri ada versi original dan spicy. Sementara, untuk versi rendang sapi suwir, hanya ada original which is gak begitu pedas tapi cukup bikin kangen akan suwiran dagingnya.

Restu mande ini menjual beragam makanan padang kemasan (rendang jengkol, dendeng balado, keripik rendang telur, sambalado hijau, rendang ayam fillet, teri lado hijau, rendang udang, dll) bahkan kalau mau masak sendiri pun, ada bumbunya yang dijual (gulai ikan,rendang, ayam bakar, dll) yang tinggal diolah di rumah menggunakan bahan pilihan.

Ingin mencoba rendang Restu Mande? Bisa dibeli online disini loh…

Selain rasanya yang tidak begitu pedas (cocok untuk orang asing yang suka rendang tapi gak kuat makan pedas), rendang Restu Mande ini aman untuk dibawa ke luar negeri karena kemasannya yang begitu rapi dan dijamin akan membuat bahagia si penerima saat dijadikan oleh-oleh. 

Comments

Popular posts