Kenapa Saya (akhirnya) Memilih AQUA?


Urusan menjaga lingkungan, saya berusaha semaksimal mungkin untuk mengurangi penggunaan sampah plastik dalam kehidupan sehari-hari. Begitupun dengan menggunakan air minum dalam kemasan. Sebisa mungkin, saya selalu membawa botol minuman sendiri kemanapun saya pergi (bahkan saat makan di restoran). Tapi, terkadang karena cuaca begitu panasnya, minuman yang saya bawa habis, alhasil, ujung-ujungnya saya harus beli minuman dalam kemasan juga kan?

(seandainya air dari keran bisa langsung diminum, hehehe)


Dulu, harga menjadi pilihan utama saat membeli. Toh rasa air minum, bagi saya pribadi, sama aja. Saya yakin, mereka yang menjual air minum dalam kemasan, pastinya udah lolos segala macam tes sehingga bisa menjual produknya.

Itu dulu…

Beberapa bulan lalu, saya mendapat edukasi secara kebetulan tentang satu merk air minum dalam kemasan. Dan sejak saat itu juga, harga bukan lagi masalah. Bagaimana mereka mempunyai tanggung jawab sosial dalam lini usahanya, what matters most!

Sebutlah merk AQUA….

  • Air minum dalam kemasan yang pertama ada di Indonesia, sejak tahun 1973
  • Air minum dalam kemasan yang pertama kali menjual botol minum  100% berasal dari plastik daur ulang di Indonesia, sejak tahun 2018

(Walau sekarang, baru tersedia hanya dalam 1 ukuran)
Sumber: https://www.sehataqua.co.id/aqua-100-persen-plastik-daur-ulang/


Danone-AQUA terus menerus melakukan kebaikan untuk lingkungan. Mungkin, perusahaan lain juga melakukannya tapi yang saya lihat, AQUA ini yang cukup konsisten dalam ‘mengembalikan’ pendapatan yang di dapat untuk lingkungan.

Berikut beberapa faktanya:
  • Mendorong efisiensi penggunaan air dalam operasional - mendaur ulang air sisa produksi untuk keperluan domestik pabrik, memastikan tidak ada air dari lini produksi yang terbuang, serta terus mengefisienkan pemakaian air untuk keperluan produksi itu sendiri.
  • Melindungi kesehatan lingkungan Daerah Aliran Sungai (DAS) -  dengan menciptakan mekanisme keuangan dan tata kelola kolektif yang menyatukan para pemangku kepentingan publik, petani, LSM, industry dan masyarakat sipil dalam satu tujuan bersama: memperkuat keamanan air melalui pengelolaan DAS terpadu.
  • Mempromosikan pertanian ramah lingkungan – bekerja sama dengan petani di sekitar pabrik dan mempromosikan praktik pertanian yang mengonservasi dan menjaga kualitas air.
  • Memperluas akses terhadap air bersih melalui bisnis sosial – dengan mengembangkan program untuk meningkatkan akses air bersih, sanitasi dan penyehatan lingkungan bagi warga di sekitar pabrik dan wilayah lain di Indonesia dengan tingkat akses yang masih rendah.

Alhamdulillah, pada hari Selasa 26 Maret, saya berkesempatan untuk mengunjungi pabrik Danone-AQUA di Cianjur. Ternyata untuk para pegawai pabrik, mereka tidak minum air dari kemasan plastik yang mereka produksi. Setiap pegawai harus membawa botol minum sendiri dan dimana-mana dapat dijumpai air minum menggunakan dispenser.

Memang pada akhirnya, air minum dalam kemasan tuh hanya kita beli saat kepepet kan ya? Kalau di rumah, kita pakai air minum dari gallon. Bagaimanapun, jangan sampai kita kurang terhidrasi, apalagi dengan kondisi cuaca di Indonesia ini, yang gampang haus. Saya pribadi, kalau sampai menahan haus, bisa sakit kepala. Sakitnya itu, ampun-ampun deh.

Balik ke cerita di awal, saya selalu bawa botol minuman, bahkan saat ke restoran. Jujur saya tuh suka kesal dengan harga minuman di restoran yang mahal, tidak masuk akal. Kalau beli pun, botolnya kecil, sementara saya minumnya banyak. Apa salahnya ya menyediakan air minum gratis. Di Filipina, kalau makan di restoran, air minum heratis loh… kalau kita, malah di warteg atau di restoran padang yang ngasih gratis (itupun teh tawar, yang masih ada biaya produksi lainnya berupa bubuk teh). Anyway, abaikan keluh kesah curhat saya ini. Hahahahaha.

Saat berkunjung ke pabrik tersebut, kami para rekan media dan blogger juga berkesempatan untuk melihat Taman Kehati Cianjur, yang berada di sekitar pabrik, dengan jalanan sedikit menanjak, sehingga sedikit kesulitan bagi saya yang jarang olahraga. Hehehehe.
Taman Kehati Cianjur

Pemandangan dari Taman Kehati Cianjur

Pak Arman dari Danone-AQUA sedang menjelaskan bagaimana proses penanaman di Taman Kehati Cianjur

Taman Kehati merupakan program pengelolaan, pengembangan, dan pelaksanaan daerah imbuhan air yang dilaksanakan dengan mengajak partisipasi masyarakat. Taman ini dibangun pada tahun 2018, di atas lahan seluas 5 hektar dengan berbagai pencapaian, diantaranya:
  • Menanam 25 jenis tanaman herbal (obat-obatan) pada lahan seluas 200 meter persegi. Berada di lahan ini dan melihat pohon-pohonnya, saya jadi ingat lahan kecil di rumah yang lebih kurang ditanami tanaman serupa, ada pohon sereh, beluntas, dan lain sebagainya. Menurut Pak Arman dari Danone-AQUA, tanaman yang ditanam disini, diyakini 100 persen akan sukses tumbuh.
  • Menanam 550 pohon baru dan sulaman tanaman
  • 150 meter jalur pedestrian lama telah ditanami tanaman teh-tehan
  • Menamami 30 persen dari luas lahan Taman Kehati zona 2 dengan rumput gajah dan crover crop jenis kacang hias (Arachis pinthoi)
  • Membangun 2 unit kolam tampungan air dan 2 unit sumur resapan
Semua tanaman diberikan penanda QR Code, sehingga kita bisa mencari tahu tentang tanaman tersebut yang terintegrasi dengan aplikasi PohonQu.


Fakta di atas, hanya untuk pabrik di Cianjur loh… sementara Danone-AQUA secara keseluruhan mempunyai 18 pabrik di seluruh Indonesia dengan capaian konservasi, antara lain:
  • Mengembangkan 18 taman keanekaragaman hayati di sekitar daerah operasional
  • Menanam lebih dari 2,5 juta pohon
  • Membuat lebih dari 1.250 lubang biopori dan sumur resapan

Sejak tahun 2007, program WASH (Water Access, Sanitation, and Hygiene) telah diinisiasi oleh Danone-AQUA sebagai salah satu komitmen terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Lokasi program berada di wilayah sekitar pabrik dan area lain dengan akses air bersih yang terbatas.

Hingga saat ini program WASH telah memberikan manfaat secara berkelanjutan kepada lebih dari 165.000 jiwa di 20 kabupaten/kota di Indonesia, menghasilkan lebih dari 350 kader Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), dan lebih dari 50.000 jiwa penerima manfaat program “satu untuk sepuluh” – program yang dilaksanakan dengan melibatkan lebih dari 20 mitra dari kalangan LSM.

Satu untuk Sepuluh merupakan program WASH yang dilaksanakan bekerja sama dengan water.org, dengan menyediakan 10 liter air bersih bagi masyarakat untuk setiap pembelian satu liter AQUA berlabel khusus.

Selama kunjungan ke Cianjur, kami juga dibekali ilmu tentang membuat biopori dll. Nanti akan saya tulis di tulisan lainnya ya…

Sebanyak itu program yang sudah dilakukan AQUA, maka saya merasa, gak ada salahnya loh untuk membeli air minum merk ini. Jadi saat kita  meminum dari botol plastik sekali pakai, gak merasa berdosa banget *dudududu.... *singing

Lebih banyak tentang Taman Kehati Cianjur bisa dilihat disini



Comments

Popular posts