Istanbul - Türkiye ....

(Please see Summary of English version at the bottom)

Türkiye , Turkey , Turki adalah nama yang sering dituliskan untuk negara yang terletak pada dua benua Asia dan Eropa ini. Jika kita google informasi wisata untuk negara ini, jutaan hasil pencarian yang bisa ditemukan. Maka dari itu, saya mencoba berbagi dari sisi yang lain yang menurut saya layak untuk diceritakan.

Pada akhirnya Desember lalu saya sampai juga berkunjung ke kota yang katanya sangat romantis ini *selain Perancis* setelah 2 kali kegagalan di masa lampau. Pada tahun 1994, setelah tiket Royal Jordan di tangan, ternyata saat check-in, nomor kursi untuk kami sekeluarga berempat duduk terpisah dan Bapak saya memutuskan untuk membatalkan perjalanan. Kedua, saat saya masih di Arab Saudi, bersama sahabat berempat kami merencanakan perjalanan ke Istanbul, setelah pembuatan visa sekitar 250 saudi riyal, ternyata kami tidak mendapatkan reservasi pesawat untuk tanggal yang dimaksud. Kedua pengalaman ini sungguh membuat saya dagdigdug sebelum akhirnya mendarat dengan selamat di Ataturk International Airport, Istanbul.

Sekarang ini, untuk WNI visa bisa didapatkan saat mendarat di bandara (visa on arrival) atau bisa apply online di https://www.evisa.gov.tr/en/ . Biayanya sekitar $ 25. Dengan e-visa ini, begitu mendarat, kita langsung menuju imigrasi (jangan menuju ke tempat pembuatan visa lagi yaaa, karena saat itu saya sempat bingung, hehehe).

Bulan Desember yang merupakan musim dingin, untuk Istanbul suhu berkisar di bawah 10 derajat celcius, jika beruntung kita bisa merasakan musim salju.  Bagi kita orang Indonesia, merasakan salju itu merupakan suatu hal yang luar biasa kan? Walau dinginnya minta ampun tapi seru bisa merasakan turunnya salju. Saat mendarat tanggal 12 Desember lalu, kami disambut salju walau cuma satu hari. 

saat baru mendarat - airport just after landing

Musim dingin yang bisa berlangsung hingga Februari ini memberikan keuntungan lain, yaitu tiket pesawat dan paket tur yang lebih murah. Tentunya ada blackout dates saat natal dan tahun baru. Saya membeli tiket dengan Qatar airways untuk tanggal 12-26 Desember sekitar $ 800, kebetulan sejak Oktober, Qatar sudah jor-joran memberikan diskon sebesar 25%.

Kalau punya jiwa berpetualang, lebih seru membeli paket tur di Istanbul. Bukan apa-apa, saya selama ini memang gak pernah ikut paket tur dari Indonesia, selalunya membeli di kota tujuan. Di daerah Sultanahmed banyak travel agent yang menawarkan paket tur dengan harga miring dikarenakan musim dingin, turis tidak sebanyak musim panas. Kita tinggal mengecek satu persatu dan membandingkan dari segi harga, objek wisata dan akomodasi. Harga paket tur ini bahkan bisa lebih murah hingga 40 persen dibandingkan musim panas. Semakin banyak orang yang mengambil paket, semakin banyak diskon yang didapat.

Bosphorus tour memang cukup terkenal dan banyak operator yang menyediakan dengan range harga bervariasi (sekitar 10 Tl minimum). Jujur, bagi saya cukup membosankan. Dalam kapal yang saya naiki, ada satu keluarga dengan 2 orang anak perempuan remaja yang memilih tidur daripada menikmati pemandangan,:) Kalaupun ingin tetap ikut Bosphorus tour, dengan itinerary yang sama, carilah yang paling murah.

Bagi saya pribadi, penyeberangan antara benua Eropa dan Asia (Kadikoy ferry terminal) justru lebih memanjakan mata. Dengan biaya 3 Tl (koin) atau 1.95 Tl (Istanbul Kart) , waktu tempuh sekitar 20 menit, saya disuguhkan pemandangan seperti kebanyakan film Hollywood. 

sisi Eropa - European side

Jembatan Bosphorus dari kejauhan - Bosphorus bridge

Burung mengejar makanan yang dilempar penumpang ferry - wonderful birds

Untuk mata uang Turkish Lira, agak susah didapatkan di Indonesia. Rate-nya saat ini sekitar 6000 rupiah. Saran saya, daripada belanja menggunakan credit card, lebih baik bawa ATM dengan logo internasional. Rate jauh lebih baik bahkan dibawah 6000 rupiah. ATM dapat dijumpai di segala penjuru kota.

Sultanahmet yang berada di wilayah Eropa memang merupakan tempat favorit wisatawan. Alhasil, apapun yang dijual di daerah ini lebih mahal daripada tempat lainnya. Jika saya berkesempatan berkunjung ke Istanbul lagi, saya akan memilih tinggal di wilayah Asia. Selain biaya hidup lebih murah, saya juga merasa sepenuhnya bisa merasakan gaya hidup orang Turki. Di Sultanahmet, dimana-mana dijumpai orang yang menawarkan ini itu, begitupun di setiap depan restoran. Sementara di wilayah Asia - saat itu saya hanya berjalan di sekitar baghdad street, dekat dengan pelabuhan ferry - agak susah menemukan orang yang bisa berbahasa Inggris dan inilah tantangannya agar bisa lebih berbaur dan mengenal mereka. Selain itu, karena harga barang yang lebih murah, agak susah untuk menawar, mereka akan beralasan bahwa daerah mereka bukan daerah turis yang harganya mahal.

Untuk pembangunan sendiri, dari yang saya lihat, tidak ada perbedaan antara wilayah Eropa dan Asia. Semuanya merata. Pada jam orang berangkat dan pulang kantor, ferry sangat penuh. Tapi mereka  tetap bisa tertib dan tidak ada yang menyelak walaupun barisan tidak teratur. 

Kalau jalan sendiri di Istanbul ini enaknya ya pakai tram, metro atau bus. Kemana-mana jauh dekat biayanya sama, 3 Tl (coin) atau 1.95 Tl (Istanbul Kart). Istanbul Kart ini bisa dibeli di bandara atau di penjual dekat halte tram. Harga Awal 10 Tl, kemudian 6 Tl ini akan mengendap tidak dikembalikan. Selanjutnya saat pengisian, bisa dilakukan di mesin-mesin yang tersedia. Kartu ini bisa digunakan untuk lebih dari satu orang.

Orang Turki kebanyakan ramah. Beberapa kali saya tertahan gak bisa bergerak karena keramahan mereka. Salah satunya adalah saat bingung mencari nama jalan dan berdiri di depan kantor polisi. Langsung saja ada polisi yang keluar, masih muda dan kebetulan bisa berbahasa inggris. Hampir 30 menit kami berdiri dan mengobrol segala macam topik pembicaraan,:)

Dari semua kelebihan Turki, satu yang saya gak suka adalah perokok dimana-mana. Di area terbuka, mereka merokok sambil jalan, asapnya yang tentunya gak sehat juga bau. Maka dari itu, paling tidak, dengan musim dingin ini, efeknya tidak terlalu terasa. Kalau saja saya kesana di musim panas, sinus pasti kumat dan gak bisa menikmati keindahan kota ini.

Foto-foto lainnya bisa dilihat di instagram saya http://instagram.com/ikmaar (walau belum semua sih, takut mengganggu timeline)



Istanbul is a must visit city and I can not agree more. Visiting this city once and I plan for another trip someday *fingers crossed*. I went there last December 2013 which is winter season and weather sometimes drop to below 10 degree Celsius - something new for my parents. Lucky enough, we were there during snowfall which was incredible.  


During winter which ends on February or March, there are lots of benefits for us as tourists and one of them is lower air fare. There are black-out dates during Christmas and new year. We bought tickets from Jakarta to Istanbul by Qatar Airways with 25 percent discounts during October promo.

If you are on a tight budget, buying tour packages from travel agents around Sultanahmet is another option to save money. They really give good offer during winter. All we have to do is ask each of them thoroughly to get better prices, packages and accommodation. They have lots of options if we want to go to other cities either by plane or bus and discount can reach 40 percent.


The famous Bosphorus tour starts from 10 Tl from any ticket offices by the pier, just choose which attracts you more. Honestly, I did not really enjoy it, it was quite boring for me. Just to have the experience like others, choose the cheapest one perhaps is better. Having crossed the Asia and Europe continent by public ferry which costs 3Tl (coin) or 1.95Tl (Istanbul Kart) for around 20 minutes is much interesting. The view is more than beautiful, reminds me of those Hollywood movies,:)


Sultanahmet which is situated in European side is a favorite area for most tourists. This is why things are more expensive here. Whenever I go back to Istanbul in the future, I would love to stay in the Asian side. Things are much cheaper and i can feel the vibe of Turkish people. The people selling things around Sultanahmet and the restaurants' sales offering their menu are annoying. While in Asia - I only went around Baghdad Caddesi, near the ferry terminal (Kadikoy) - rarely people speak English which becomes challenging and fun.


Travelling solo in Istanbul is cheaper when we use tram, ferry, metro or bus which costs 3Tl (coin) or 1.95Tl (Istanbul Kart). Kart can be bought in the airport or near tram station. Initial price is 10 Tl where 6 Tl is non- deductible. We can recharge the Kart anywhere near the stations.


What I don't like from Turkey is smokers are everywhere. They smoke while walking which is totally annoying for non-smokers. So, if you have allergic with smokes like me, better prepare yourselves.

More of my pictures can be see in instagram.com/ikmaar

Comments

  1. Wah jadi pake atm rate nya lebih bagus ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. hey mbak Mia, iya pake atm aja jauh dibawah kalo pake dollar ataupun euro.

      Delete
  2. Istanbuuuuulll, that my city of dream, Mbak...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Mbak Sofia, Insya Allah bisa kesana segera ya. amien..

      Delete
  3. wah senang baca pengalamannya mbak , Insya Allah awal januari ini akan ke istanbul sekeluarga untuk pertama kalinya selesai umroh...musim dingin ya....mmm tantangan dan suasana baru.....kebetulan dapat tiket Saudia promo ......murah banget ...thanks Erwin

    ReplyDelete

Post a comment

Popular Posts