Tren Sosial Media 2013 *menurut gue hloo

Mengamati perkembangan di dunia social media, dimana dalam sehari bisa gue habiskan lebih dari 12 jam (saat nganggur) dan sekitar 6 jam di saat punya kerjaan,:), gue melihat sekarang ini brand lebih mencari ikatan dengan pengguna/followers nya. Setelah dua tahun kebelakang, pengguna/followers dibombardir dengan hadiah yang jor-joran,sampe keluar istilah banci kuis, sekarang ini dan kedepannya, pengguna jangan berharap banyak dengan hadiah berupa gadget terbaru, liburan ke luar negeri dsb.
Menyadari banyaknya banci kuis tersebut, dimana pemenang terkadang hanya bergabung demi hadiah,tanpa ikatan tertentu. Sekarang strategi diarahkan agar ikatan lebih kuat, pengguna/followers yang setia dan gak gampang berpindah ke lain hati. Maka dari itu, sekarang banyak dilihat para admin dari akun-akun tersebut menanyakan hal-hal tertentu yang bisa dijawab, hal-hal simpel seperti:apa makan pagi favoritmu, kota mana yang ingin kamu kunjungi, dsb. Dengan pertanyaan simpel ini, dapat dilihat seberApa besar respons dari pengguna/followers, seberapa besar pengaruh dari akun yang dikelola, serta jawaban-jawaban yang diberikan pun dapat digunakan untuk menentukan kebijakan, target, produk baru apa yang bisa diluncurkan dan apa yang bisa 'meledak' di pasaran. Tanpa biaya, suatu perusahaan bisa mendapatkan banyak keuntungan dan konsumen pun gak dirugikan.
Kalaupun ada hadiah yang diberikan, bukan lagi  hal yang gampang didapatkan pengguna seperti 1-2tahun kebelakang dimana pengguna sosiAl media tidak sebanyak sekarang. Menariknya lagi, pengguna/followers dengan senang hati menjawab setiap pertanyaan dilontarkan di akun-akun tersebut walopun tidak berhadiah. Sebenarnya, hal ini bukan yang baru juga,mengintip akun facebook farah quinn-chef nan sexy-saya teringat, beliau sering menanyakan hal-hal simpel kepada fansnya dan bisa direspons hingga ratusan maupun ribuan penggemar sementara respons dari farah quinn tidak ada sama sekali atas jawaban yang diberikan atau setidaknya ucapan terima kasih pun jangan harap deh. Kenapa para penggemar tetap menjawab? Pride. Kebanggaan bisa menjawab, keterikatAN antara fans dan idola.
Celah ini juga sekarang yang diambil oleh para pemilik/pengurus akun sosial media dan ternyata cukup berhasil. Satu lagi yang saya juga amati, produk sekarang mulai membagikan sampel demi mendapat review di blog atu di social media. Lagi-lagi ini juga sangat efektif. Kenapa saya bilang sangat, karena sekarang orang-orang yang melek teknologi akan meng-google suatu produk sebelum membeli. Sementara untuk yang belum melek, iklan di televisi masihlah media yang paling efektif.
Dengan bagi-bagi sample yang dikirimkan ke alamat pendaftar, tulisan di blog ataupun review di website dari produk tersebut akan didapat sehingga dapat meminimalisir iklan lewat media cetak. Isn't it that simple? Hanya saja, ada celah kecil disini, apakah suatu produk siap dengan suatu review yang menurut mereka merugikan? Bagaimanapun google belum mampu memfilter review negatif. Jika saja mereka siap dan tanggap terhadap review negatif dengan cara 'merangkul', bukan tidak mungkin review tersebut akan berubah ke hal positif.
So,sebagai pengguna aka objek dari produk-produk yang bertebaran di muka bumi,siap-siap aja dengan segala tehnik marketing,asal menguntungkan,why not? Kalo merugikan, bye-bye aja deh.

Comments

Popular posts