#7DaysWithMarch Just another Working Days

Hari selasa tanda bahan bakar sudah menunjukkan dua garis. Teng tong… kalau mobil pribadi saya yang masih manual tsb (J), saat garis menunjukkan ¼ dari bahan bakar tersedia, pasti langsung saya isi. Cuma yang satu ini saya belum sempat mengisinya hingga hari selasa. Uang BBM pun sudah ditransfer di siang hari sebelum jam pulang kantor.

Hari selasa hujan membasahi bumi bagian Jakarta, senangnyaaaaaaaaaa. Karena parkiran di kantor adalah parkiran di luar-dimana terkena langsung pancaran sinar matahari dan juga hujan. Maka March pun hari selasa tersebut kena guyuran hujan sehingga sedikit lebih bersih,J

Saat saya pulang kantor, hujan sudah berhenti, genangan di bagian luar parkiran ruko kantor juga sudah mulai mengering, hanya sedikit genangan di sana sini. Tapi oh tapi, ternyata, permasalahan yang saya hadapi dengan mobil pribadi saya juga terjadi di March ini. Kemungkinan karena rendahnya mobil, rem agak sedikit basah sehingga saat pengereman, bunyi ‘ciat..ciut..’ terdengar. Mengganggu? Tentu saja. Apalagi suaranya yang cukup keras dan cukup memekakkan telinga yang mana bisa didengar orang disekitar di luar mobil tersebut. Agak takut juga karena membutuhkan waktu sedikit lebih lama dari mobil saya hingga suaranya tersebut hilang dari peredaran. Well, saya gak tahu apakah tehnik saya salah atau benar, tapi yang saya lakukan adalah dengan mengerem secara mendadak dan menekan rem hingga habis. Saya lakukan ini berkali-kali hingga akhirnya suara itu pun hilang dan tidak mengganggu lagi. Alhamdulillah suara ini hilang sebelum keluar dari parkiran kantor, kalau gak, saya bisa jadi tontonan pengendara motor atau orang yang berdiri di sisi jalan.

Seperti biasa, tanpa bermaksud promosi, jika membeli bensin pertamax, saya lebih memilih keluaran dari saingannya pertamina. Bukan apa-apa sih, cuma merasa lebih yakin saja dan service tambahan lainnya yang membuat hati senang. Berhubung baru saja diguyur hujan dan diharapkan hujan turun kembali, jasa pembersihan kaca gratis kali ini dilewatkan saja,L

Saya mengisi BBM sekitar 200 ribu rupiah dengan ukuran sekitar 22.98 liter. Garis yg menunjukkan bahan bakar pun naik sehingga sekarang berada pada garis ke-enam. Lega rasanya. Jujur, kadang saya suka gak memperhatikan isi tanki bahan bakar, termasuk saat tadi tiba-tiba ternyata sudah pada garis kedua tersebut.

Perjalanan pulang ke rumah berlangsung dengan lancar ditemani dengan cuaca Jakarta yang segar sehabis hujan sehingga penggunaan AC pun bisa diminimalisasi.

Sesampainya di rumah, March diparkir di dalam rumah tanpa ada rencana mau jalan kemana di saat malam tiba.



Comments

Popular posts