#7DaysWithMarch Jalan-Jalan ke Bandara Soekarno Hatta

Hari Rabu seperti biasa pergi ke kantor. Tidak ada kemacetan berarti seperti biasa. Kemacetan Jakarta sepertinya masih cukup bersahabat. Kenapa begitu, selama saya bisa pulang dari kantor ke rumah sekitar 40 menit (lebak bulus-cideng barat), itu artinya cukup bersahabat. Kalau sudah lebih dari itu, sori dori mori, bagi saya itu kemacetan yang bikin naik darah,J

Oh iya, karena gak tahan, saya juga sudah mulai bandel lagi masuk jalur busway. Seperti diketahui, jalur busway di sekitaran pondok indah kan boleh dilalui kendaraan pribadi. Selebihnya ada beberapa jalur yang saya curi-curi sehingga bisa terhindar dari macet. Walau sejujurnya, naik March ini karena kelincahan dan kenyamanannya, jalan macet pun tidak terlalu terasa,J

Sesampainya di rumah, March dipinjam oleh Bapak saya untuk mengantarkan adik ke Grand Indonesia. Saya yakin mereka pasti nyaman menggunakan March ini.

Malam kamis tersebut, saya harus mengantarkan adik ke bandara dalam rangka keberangkatannya ke luar negeri. Jarak dari rumah ke bandara sekitar 58 km pulang pergi, wow! Karena sudah jam 10 malam, jalanan agak sepi, dari rumah ke bandara kami lewat tol dan saat pulang kami lewat jalan biasa.

Lagi-lagi kemudi saya serahkan ke Bapak saya. Dengan kondisi berpenumpang empat orang, suhu ac di tingkat pertama, bagi saya dan Mama kami tetap merasa kedinginan walaupun celah AC bagian tengah kiri dan ujung kiri – dekat kaca sudah saya tutup. Saya gak berani mengutak ngatik lagi, karena Bapak saya bisa ngomel kepanasan,J

March dikendarai di jalan tol mencapai kecepatan 100 km/jam tanpa getaran dan stabil, ehmm… dan bisa menyalip sana sini dengan lincahnya (I love this!)

Walau saat briefing kami di ajarkan cara mengemudi dengan cara penghematan bahan bakar, tapi maaf ya Pak, saya orangnya gak sabaran. Gak akan sabar jika harus mengemudi dengan maksimum RPM 3000. hehehe…

Yang jelas saya tahu, karena kebetulan saya juga bergabung dengan komunitas mobil pribadi yang saya gunakan, agar jangan mematikan dan menghidupkan AC saat kendaraan kencang karena bisa mengakibatkan bahan bakar menjadi boros. Hal ini tetap saya praktekan pada Nissan March.

Sebelum sampai rumah, saya melirik ke arah isi tanki bahan bakar dan ternyata oh ternyata… turun 1 garis. Yaay…. Walau saya gak menghitung secara teliti, tapi bagi saya ini cukup cukup irit karena sejak pengisian hari Selasa baru turun di hari rabu malam setelah melalui perjalanan hampir 100 km.

Kendaraan memang jadi semakin irit saat pengereman jarang dilakukan, termasuk saat jarang terjebak dalam kemacetan. Inilah penyebab saat dibawa ke bandara di saat lalu lintas sedikit sepi, keiritan maksimum bisa tercapai.

Comments

Popular posts